24 Sep

Indonesia Punya Booth Seluas 66 Meter Persegi Di Hall 3 SPIEL 2018, Apa Artinya?

Booth Indonesia di SPIEL’17 | Foto: Afif

Setelah penanda tanganan nota kesepahaman kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) pada awal bulan Juli lalu, Indonesia resmi hadir dalam Essen SPIEL 2018.

Dukungan yang diberikan BEKRAF ialah dengan berupa booth seluas 66 m2 di Hall 3 dalam pameran board game terakbar yang digelar di Essen, Jerman pada akhir Oktober mendatang. Lalu sebenarnya apa sih yang spesial dari booth 66 meter persegi di Hall 3 ini?

Sebelum menjawabnya mari kita kembali dulu ke tahun 2017 saat Indonesia hadir ke Essen SPIEL secara Swadaya. Kala itu Manikmaya Games dan Hompimpa Games saking support hingga akhirnya mereka bisa mewakili Indonesia dan membuka booth di Hall 7 dengan luas lahan hanya 10 m2 saja.

Untuk ukuran Asia seperti Jepang, Korea dan Taiwan, booth mereka mungkin mencapai 10x lipatnya alias 100 m2 dan lokasinya bukan di Hall 7. Hall 7 adalah ruang paling ujung dari pameran seluas 10x lapangan bola.

Booth 10 m2 yang selalu ramai | Foto: Afif

Bisa dibilang saat itu booth Indonesia ramai oleh pungunjung yang ingin duduk beristirahat setelah capai keliling pameran. Meski tentu tidak semuanya begitu. Ada juga pengunjung yang dengan sengaja datang ke booth Indonesia karena penasaran dengan karya Indonesia.

Sekarang sudah cukup terbayang kondisi Indonesia saat itu? Tahun ini Indonesia akan kembali hadir ke SPIEL 2018 dengan luas lahan yang lebih besar, yaitu 66 m2 di Hall 3. Di SPIEL, Hall 3 merupakan Hall tempat berkumpulnya publisher-publisher besar dari mancanegara, bersanding dengan KOSMOS (Exit Series), Days of Wonders (Ticket to Ride), HABA (Rhino Heroes), Repos Production (7 Wonders) dan masih banyak lagi.

Semoga hadirnya Indonesia dengan booth yang lebih luas di Essen SPIEL tahun ini bisa banyak membawa hal baik, untuk industri board game di Indonesia sendiri dan dunia.

(disadur dari Boardgame.id)

 

24 Sep

BEKRAF Mendukung Industri Board Game Indonesia Untuk Bisa Hadir Di Essen SPIEL 2018!

Industri board game Indonesia terus tumbuh setiap tahun. Tahun 2017 lalu banyak sekali batu loncatan yang telah dilewati. Pertama, Indonesia kembali menginjakkan kaki di kota Essen (Jerman) untuk berpartisipasi dalam Essen SPIEL, pameran board game terbesar dunia untuk kedua kalinya. Tercatat pula, sebanyak 17 judul board game asli Indonesia telah rilis ke pasaran di sepanjang tahun 2017.

Kemudian sejalan dengan bertumbuhnya industri board game tanah air, Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) juga akhirnya baru resmi dibentuk tahun 2017. Guna menyelaraskan agar semua pelaku di industri board game Indonesia memiliki pemahaman visi dan misi yang sama, tanggal 10 April lalu APIBGI mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang pertama.

Munas APIBGI dihadiri oleh beberapa publisher, media, pemilik board game cafe/library, juga retailer dan distributor dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Mengambil tempat di Bandung Creative Hub, Munas APIBGI juga menghadirkan perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), yaitu bapak Joshua Simandjuntak yang menjabat sebagai Deputi Pemasaran.

Pak Joshua Simandjuntak memberi sambutan | Foto: Boardgame.id

Acara dimulai pada pukul 09:00. Pak Joshua menjadi pembicara pembuka yang menjelaskan peran BEKRAF. Secara garis besar ada 16 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi ruang lingkup kinerja BEKRAF, salah satunya adalah Aplikasi dan Pengembangan Game yang juga menjadi program prioritas. BEKRAF sendiri bertugas membantu memajukan industri kreatif mulai perancangan ide ekonomi kreatif hingga akhirnya ke pemasarannya.

Pak Joshua melihat potensi besar yang tersimpan dari industri board game Indonesia. “Industri board game bisa, meningkatkan PBB ekonomi kreatif, menyerap tenaga kerja, kemudian bisa meningkatkan nilai ekspor yang lebih tinggi. Board game sendiri juga merupakan produk kreatif.”

Di akhir sambutan, Pak Joshua juga menyampaikan dukungannya untuk APIBGI agar terus maju. “Kami ingin produk kreatif termasuk board game mendunia, apalagi jika kalau sedang di luar negeri dan masuk ke kafe menemukan board game dari Indonesia.”

Kiri-kanan: Moderator, Bapak Joshua, Eko Nugroho | Foto: Boardgame.id

Selanjutnya mas Eko Nugroho, CEO Kummara Game Design Studio dan pencetus APIBGI, menyampaikan kalau sekarang industri board game Indonesia sebenarnya sudah banyak yang mendukung dan bahkan telah menggunakan board game dalam programnya seperti KPK.

“Tahun ini, Insya Allah APIBGI akan menjalankan beberapa program untuk lebih mengangkat industri ini, Indonesia tahun ini (2018, red) akan hadir kembali ke Essen SPIEL dengan dukungan dari BEKRAF.” Mas Eko menyampaikan rencana APIBGI.

“BEKRAF dengan segala upayanya turut mendukung untuk mengenalkan dan mempromosikan kehadiran APIBGI di Essen.” Pak Joshua kembali mengamini sekaligus mengakhiri sesi bincang-bincang kala itu.

(disadur dari Boardgame.id)

10 Oct

Menuju Panggung Board Game Dunia, PlayDay at Menara Kembali Digelar

Sabtu 14 Oktober 2017 ini Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) akan kembali menggelar PlayDay at Menara by KIBAR. Dimulai sejak September lalu, PlayDay atau sesi bermain board game ini akan digelar rutin setiap Sabtu kedua tiap bulannya di Menara jalan Raden Saleh Raya no 46A. Didukung sepenuhnya oleh BoardGame.ID, Kratoon Channel, Layaria, Lab Kinetic dan Kayumera, PlayDay at Menara ini akan menggelar board game – board game lokal berkualitas. Seperti jadwal sebelumnya, PlayDay at Menara Sabtu ini akan digelar mulai pukul 11.30 hingga selesai.

Poster acara PlayDay at Menara Oktober 2017

ROAD TO ESSEN SPIEL 2017

PlayDay at Menara by KIBAR menyertakan sesi talkshow di dalam keseluruhan rangkaian acaranya. Hal ini tidak hanya diharapkan dapat menambah daya tarik kultur PlayDay itu sendiri, namun juga merupakan ajang konsolidasi para pelaku dan pemerhati industri board game tanah air untuk selalu mendapatkan kabar terbaru serta kesempatan diskusi dan konsolidasi bagi semua yang menghadiri.

Topik diskusi dan talkshow pada PlayDay Oktober ini adalah “Board Game Indonesia ke Pentas Dunia”. Pemilihan topik ini berkaitan juga dengan event maha akbar industri board game dunia yaitu Essen SPIEL 2017 yang akan bergulir di akhir Oktober ini. Sejak terakhir board game asal Indonesia dipamerkan tahun 2014 lalu bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tahun ini perwakilan Indonesia akan kembali hadir dalam Essen SPIEL dan memperkenalkan board game-board game karya anak bangsa ke panggung dunia. Diskusi ini akan membahas tidak hanya serunya perkembangan teranyar industri board game dunia, namun juga seberapa besar potensi industri board game Indonesia untuk ikut meramaikan pasar board game internasional yang memang selalu menantikan produk-produk board game yang bertema menarik dan berkualitas baik.

Siapa saja board game publisher lokal yang akan hadir dalam Essen SPIEL 2017? Bagaimana persiapan mereka? Judul-judul apa saja yang akan dibawa? Semuanya akan diulas tuntas dalam talkshow di PlayDay at Menara kali ini.

HOST YANG SELALU BERGANTI

Setiap pelaksanaannya akan dipilih satu host-publisher dari salah satu board game publisher lokal di tanah air. Perwakilan dari board game publisher tersebut akan memandu jalannya board game session dan membawakan produk-produk board game yang telah mereka rilis untuk dimainkan. Dalam gelaran PlayDay at Menara by KIBAR kali ini, Manikmaya Games akan menjadi host.

Board game publisher asal Bandung ini merupakan salah satu penerbit board game lokal dengan jumlah produk terbanyak. Sejak berdirinya tahun 2013 lalu, Manikmaya Games telah merilis Mat Goceng, Mashup Monsters, Mahardika, Bhinneka, Keris Tanding, Get Egg, The Festivals dan Aquatico. Meski telah merilis 8 judul game, Manikmaya Games menyatakan akan terus memperbanyak judul board game dan card game yang dirilis sehingga harapan ke depannya dapat membanjiri pasar board game tanah air dengan pilihan board game lokal yang berkualitas.

PROTOTYPE SHOWDOWN

Meski PlayDay at Menara selalu digelar dengan salah satu publisher sebagai host-nya, event ini tidak tertutup bagi para board game designer dan publisher lain untuk ikut serta dan memainkan purwarupa board game yang telah dirancang. Ajang ini disebut sebagai Prototype Showdown dan merupakan salah satu kesempatan terbaik mencobakan (atau sering disebut playtest) game yang sedang dikembangkan dan diharapkan segera rilis dalam waktu dekat. Beberapa publisher dan game designer telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam Prototype Showdown di PlayDay at Menara Oktober ini, menariknya beberapa di antara mereka tidak hanya berasal dari Jakarta namun juga kota-kota seperti Bandung dan Solo.

Bagi kamu yang tertarik mengikuti acara ini daftarkan diri kamu melalui laman berikut : http://bit.ly/playday002

24 Sep

Optimalkan Potensi Board Game Sebagai Media Belajar Keluarga Melalui Seminar ini

Hingga detik ini makin banyak orang tua yang mulai jatuh hati dengan board game. Tidak hanya karena mampu menghadirkan kebersamaan, tapi mereka juga mulai melihat potensi bahwa game bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar.

Berbagai seminar dan workshop yang mengangkat tema board game untuk edukasi juga mulai bermunculan. Teranyar, mas Adhicipta yang merupakan CEO Mechanimotion sekaligus co-designer Waroong Wars baru saja menjadi pembicara dengan tema tersebut di Surabaya.

Mas Adhi memaparkan, kemampuan board game menggabungkan kegiatan bermain, belajar, dan berkomunikasi dinilai sebagai jawaban mengapa permainan ini semakin dilirik masyarakat. Selain itu, board game pun mampu menstimulasi banyak hal dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Bila ditarik mundur lagi ke akhir bulan Juli lalu, acara serupa juga hadir di ibukota Jakarta. Seminar bertajuk “Mengoptimalkan Potensi Game Sebagai Media Belajar Seluruh Keluarga” sukses menarik perhatian banyak keluarga.

Bagaimana tidak, seminar di atas menghadirkan Aar Sumardiono, seorang praktisi home schooling sekaligus juga founder rumah inspirasi dan Eko Nugroho, Game Designer dari Kummara Game design & consultant studio berbagi berbagai sudut pandang mereka terkait tema tersebut di atas. Terlebih lagi, tidak hanya seminar, acara tersebut juga diselingi sesi main board game bersama-sama.

Kabar baiknya, seminar yang sama akan kembali hadir lho! Kali ini acara akan berpindah ke kota Bandung, tepatnya di Jalan Sulanjana no. 28 (Shafira lantai 2).

Seminar ini masih mengundang pembicara yang sama. Cukup menginvestasikan Rp 70.000 kamu bisa memetik buah segar dari ke dua narasumber di atas tentang bagaimana mengoptimalkan game untuk kegiatan belajar atau yang kerennya disebut, game-based learning.

Kesempatan nih! Tidak mau kan? ketinggalan seminar seru yang kedua kalinya? langsung saja hubungi mbak Ade Hady (087885769820) atau via email: adelibs@gmail.com untuk pendaftaran.

Seminar ini didukung penuh oleh Kummara, Manikmaya Games, Boardgame.id, komunitas Jelajah Langir Biru, Kode Margonda, Gamelab – Computer Science Program Bina Nusantara University, dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia, Shafira dan NutriSari.

Mau tahu seperti apa acaranya? Kamu bisa lihat liputan dari Boardgame.id untuk seminar keluarga bulan Juli lalu dalam artikel berikut: Keluarga-Keluarga Ini Belajar Jadikan Board Game Sebagai Bahan Ajar dan Diskusi Dengan Anak

 

(disadur dari www.boardgame.id)

 

12 Sep

Diskusi Seru dan Board Game Session Penuh Gelak Tawa di PlayDay APIBGI

Sabtu 9 September 2017 APIBGI sukses menggelar PlayDay perdana di Menara by Kibar di jalan Raden Saleh Raya, Jakarta. Rangkaian acara dimulai pukul 12.00 oleh Wicak Hidayat sebagai perwakilan dari Menara menghadirkan Eko Wustuk dari Kompas sebagai pembicara utama dari sesi talkshow yang mengawali berjalannya PlayDay.

Eko Wustuk dari Kompas berbagi cerita tentang board game publishing yang dimulai Kompas sejak 2015 | Foto : Menara by Kibar, oleh Reza Azmi

 

Eko dalam sesi ini membahas beberapa perkembangan teranyar industri board game di Indonesia. Salah satunya sejak 2015 saat Kompas menggelar Board Game Challenge yang berimbas lahirnya komunitas board game designer di beberapa kota se Indonesia.  Ditambahkan juga oleh Eko, saat ini industri board game lokal memang sedang tumbuh sangat baik. Kompas juga disebutkan oleh Eko membukukan angka penjualan yang sangat baik di dua event teranyarnya (Popcon Asia 2017 dan Batle of Toys). Dalam dua kesempatan tersebut Eko menyebutkan sempat bertemu dengan beberapa kolektor board game yang sangat menyukai board game dengan konten Indonesia yang kerap dirilis oleh board game publisher lokal.

Talkshow tersebut dibuka oleh Andre Dubari sebagai perwakilan dari Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia. Dalam sambutannya, Andre menyebutkan antusiasmenya atas bergulirnya PlayDay at Menara dan berharap kesempatan rutin ini (tiap Sabtu kedua setiap bulan) bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri board game untuk berkonsolidasi, berbagi informasi, bagi para publisher untuk dapat mengenalkan produk-produknya dan bagi para game designer untuk mencobakan purwarupa board game yang mereka rancang dan mendapatkan masukan dari para pemain.

Andi Martin, CEO dari Kratoon sebagai salah satu pihak yang mendukung berjalannya PlayDay at Menara menambahkan pula pentingnya bagi para publisher untuk melihat produk board game sebagai salah satu elemen dari industri berbasis IP (intellectual property). Sudut pandang tersebut diharapkan dapat mengakselerasi terjadinya kolaborasi antara berbagai subsektor industri kreatif dalam memajukan kekayaan intelektual asli Indonesia.

Andi Martin, CEO KRATOON juga berbagi cerita dalam talkshow di PlayDay APIBGI | Foto : Menara by Kibar, oleh Reza Azmi

Sesi bermain sendiri dimulai kurang lebih 12.40 WIB. Tidak tanggung-tanggung, 3 meja langsung terisi pemain. Candrageni, salah satu board game teranyar Kompas langsung digelar berdampingan dengan Celebes yang juga merupakan seri board game Kompas yang didasarkan pada konten Cincin Api milik Kompas. Di meja terpisah juga terlihat sebuah keluarga dengan anak kecil yang menjadi peserta PlayDay memainkan Waroong Wars. Permainan Waroong Wars yang mengangkat tema kuliner Jawa Timur ini tergolong card game lokal yang paling banyak penggemarnya.

Salah satu permainan yang dimainkan di PlayDay at Menara by Kibar adalah Perjuangan Jomblo | Foto : APIBGI

Sesi PlayDay berlangsung sangat seru, sebuah kelompok game designer bernama Masbro yang beranggotakan Nata, Desyanto dan Darwin juga mencobakan prototypenya yang memang masih belum berjudul. Prototype tersebut mengisahkan tentang para programmer yang sedang menyiapkan produk software terbarunya. Hamzah di meja terpisah juga membawakan prototype game yang ia rancang bernama Kakak Teladan. Kedua game tersebut memang masih dalam tahap prototype namun tetap mengundang gelak tawa dari para pemainnya. Di meja lainnya terlihat Ferdian mencobakan prototype board gamenya Head 2 Head yang bertema pemilu.

PlayDay ini juga menjadi ajang ujicoba prototype oleh para game designer, salah satunya game berjudul Kakak Teladan | Foto: APIBGI

Hingga pukul 18.00 masih terlihat beberapa grup tetap antusias bermain board game sambil diselingi gelak tawa.

PlayDay at Menara berikutnya akan digelar 14 Oktober 2017 dengan tema “Road to Essen” dengan host publisher Manikmaya Games.

 

07 Sep

PlayDay APIBGI Perdana di Ibukota

Sabtu 9 September 2017 akan digelar untuk pertama kalinya PlayDay di Menara by Kibar. PlayDay tidak lain merupakan board game session yang rutin diselenggarakan oleh berbagai komunitas, store bahkan publisher board game dan card game di Indonesia. Setidaknya tercatat hingga hari ini beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Surabaya memiliki playday versi masing-masing dan dengan keunikan tersendiri.

Nah PlayDay yang akan diselenggarakan di Menara , Jl Raden Saleh Raya no 46a ini juga memiliki daya tarik tersendiri. PlayDay at Menara nantinya akan rutin digelar di hari Sabtu kedua tiap bulan. PlayDay at Menara merupakan acara yang diselenggarakan langsung oleh APIBGI bekerjasama dengan Kratoon serta didukung oleh beberapa partner penyelenggara seperti BoardGame.ID , Kayumera, Layaria dan Lab Kinetic.

Terbagi atas dua sesi : talkshow dan game session, PlayDay at Menara kali ini akan membahas “Geliat Industri Board Game Indonesia” dengan pembicara Eko Wustuk dari Kompas, salah satu board game publisher besar di Indonesia dan Wicak Hidayat dari Kayumera sebagai salah satu pemerhati dan penikmat board game lokal.

Selepas sesi talkshow, para pengunjung akan dapat memainkan board game buatan lokal. Ya, salah satu keunikan PlayDay at Menara adalah bahwa setiap penyelenggaraannya hanya akan selalu membawa board game lokal yang di-host oleh salah satu board game publisher asli Indonesia pula. Bulan ini host publisher PlayDay at Menara adalah Kompas, jadi kamu bisa menemukan banyak pilihan judul board game yang telah mereka rilis.

Dalam setiap penyelenggaraan PlayDay at Menara, para game designer juga boleh membawa prototype atau purwarupa board game yang telah dirancangnya untuk dicoba dalam sesi ini demi mendapat masukan maupun tambahan ide.

Untuk ikut serta dalam PlayDay at Menara kamu bisa menggunakan laman berikut ini : bit.ly/playday001

_________________________________________________________________________

Berikut adalah informasi detil mengenai event PlayDay at Menara :

Asosiasi Penggiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) bersama Kratoon dan organizer terkait mengajak kamu untuk:
.
Ikut Main Board Game Lokal
12:00–selesai
.
Talk Show “Geliat Industri Board Game Indonesia” dengan Wicak Hidayat (Kayumera) dan Eko Wustuk (Kompas)
11:00–12:00
.
Sabtu, 9 September 2017
.
Menara by KIBAR
Jl Raden Saleh Raya no 46A
Cikini, Jakarta Pusat
.
Ayo main! Ajak teman-temanmu. Daftar di bit.ly/playday001

 

 

02 Sep

APIBGI dan Popcon Asia Gelar Tabletopia 2017

Sejak beberapa tahun ke belakang Popcon Asia, salah satu helatan terakbar industri kreatif Indonesia, selalu menyuguhkan area khusus permainan papan yang tidak pernah surut diserbu oleh para pengunjung Popcon Asia. Sejak tahun 2016 lalu area khusus board game dan card game ini diberi nama Tabletopia. Keberadaan Tabletopia dalam Popcon Asia 2016 memang tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu elemen vital dalam mengenalkan kultur board game ke masyarakat Indonesia khususnya Jakarta yang menyambangi event Popcon Asia. Menariknya Tabletopia tahun 2017 ini menyuguhkan beberapa hal baru yang tentu saja sangat menjanjikan:

KERJASAMA APIBGI DAN POPCON ASIA 

Pengunjung Tabletopia tampak antusias memainkan board game lokal | foto : boardgame.id

Sejak berdirinya secara resmi di tahun 2017, Asosiasi Pegiat Industri Board Gim Indonesia (APIBGI) telah merumuskan beberapa program kerja yang diharapkan dapat mengkatalisasi tumbuh kembangnya industri board game tanah air. Salah satu program paling anyar yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Popcon Asia untuk mengelola area Tabletopia. Sejak beberapa tahun sebelumnya, area board game (dan akhirnya bernama Tabletopia di Popcon 2016) dikelola oleh komunitas dan beberapa publisher.

Harapan terbesar atas pengelolaan Tabletopia oleh APIBGI ini tidak lain untuk memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi lebih banyak pelaku industri board game di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, APIBGI coba merangkul seluruh elemen publisher / penerbit board game lokal untuk ikut bergabung dalam kesempatan ini, berikut pula beberapa komunitas yang memang aktif dan rutin menggelar PlayDay dan board game session.

SHOWCASE INDUSTRI BOARD GAME INDONESIA

Tabletopia di Popcon Asia 2017 menjadi showcase board game lokal | foto : boardgame.id

Tidak dapat dipungkiri saat ini pertumbuhan industri board game di Indonesia mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Hal ini tidak lepas pula dari momentum besar yang bergulir di industri tabletop dan board game dunia yang dikenal sebagai “Board Game Renaissance” atau masa kejayaan board game. Di Indonesia, momentum ini salah satunya memunculkan banyak board game designer lokal yang aktif merancang judul-judul board game dan card game yang uniknya banyak pula yang bertema Indonesia. Hal tersebut diikuti oleh lahirnya beberapa publisher board game lokal dalam rentang tahun 2015-2017. Kedua hal tersebut juga menjadi faktor penting yang melahirkan keberadaan APIBGI.

Berdasarkan poin-poin tersebut di atas maka APIBGI juga memberi bumbu baru bagi pelaksanaan Tabletopia, yaitu showcase seluruh board game asal Indonesia pada venue Tabletopia di Popcon Asia 2017. Hal ini juga memang sangat senada dengan konsep Popcon Asia sendiri yang memang dikenal sangat bersahabat untuk industri kreatif tanah air dan para kreator kreatif lokal.

Di antara beberapa judul yang mendapat sorotan dalam Tabletopia Popcon Asia 2017 antara lain : Candrageni, Celebes, Waroong Wars, Perjuangan Jomblo, Pagelaran Yogyakarta, Mie Ayam, Newbie Navigators, Get Egg, The Festivals, Laga Jakarta, Monas Rush, Keris Tanding, Damarkobar, Aquatico, Wowo-Wiwi, Kakak Teladan, Perahu Buru-Buru, Mat Goceng,  Mashup Monsters, Character Cross, Awwalan, Ayodya/Alengka, Kaya, Roket Raket dan Alkisah.

Beberapa liputan mengenai dua hari pelaksanaan Tabletopia di PopCon Asia 2017 bisa kamu simak di sini :

Hari 1 : http://boardgame.id/tabletopia-board-game-indonesia-popcon-day-1/

Hari 2 : http://boardgame.id/tabletopia-hari-kedua-popcon-2017/

Dokumentasi : http://boardgame.id/potret-popcon-tabletopia/

02 Apr

Saatnya Bersinergi


Dalam satu dekade terakhir ini Industri board game internasional berkembang semakin luar biasa dan Industri board game Indonesia telah mulai tumbuh. Perhitungan bisnis, penyerapan tenaga kerja, serta statistik industri dari board game Indonesia yang baru saja dimulai sepertinya masih relatif kecil dan kabarnya kurang signifikan dibanding industri kreatif lainnya. Mungkin itulah sebabnya banyak pihak yang seharusnya peduli seperti masih bertanya dalam hati: produk apakah board game ini? Mereka belum sepenuhnya yakin bahwa board game punya cukup potensi untuk ikut berkontribusi positif di industri kreatif Indonesia sehingga mereka memutuskan untuk diam dalam ragu dan menunggu.

Kita tidak punya kemewahan untuk ragu atau menunggu, apalagi berharap dukungan dari mereka yang bahkan mungkin belum sadar bahwa board game Indonesia ada. Waktu kita semakin sempit untuk bisa bersiap menyambut semakin banyaknya game internasional yang segera akan bertamu. Kita sama-sama harus terus menghadirkan board game terbaik untuk Indonesia. Board game Indonesia ada untuk membangun kesadaran akan potensi game seutuhnya. Board Game Indonesia ada untuk memupuk kesadaran masyarakat akan untuk lebih menghargai game dan semua talenta di baliknya. Board game Indonesia ada agar kita semua punya cerita bahwa kita telah mencoba yang kita bisa untuk benar-benar hadirkan warna baru di industri game Indonesia.

Untuk itu semua, kini adalah saat terbaik untuk kita bersinergi!