28 Sep

SPIEL 2018 Akan Gelar Panel Bertajuk “Budaya Bermain Sebagai Bagian Dari Masyarakat”

Bagi para penggemar video dan computer games, gamescom mungkin menjadi salah pameran yang dinanti-nantikan di Eropa. Pameran yang digelar di kota Cologne, Jerman, inipun baru saja menuntaskan rangkaian acaranya pada tanggal 25 Agustus kemarin. Lalu bagaimana dengan penggemar permainan analog?

Tenang. SPIEL, pameran yang bisa dikatakan surga bagi para penggemar board game dan card game baru akan dilaksanakan pada akhir Oktober mendatang di kota Essen, Jerman. Tahun ini SPIEL menargetkan didatangi oleh lebih dari 180.000 pengunjung dalam empat hari.

Zaman sekarang, board game dan card game mulai banyak diminati, tidak hanya di Jerman namun juga di dunia, termasuk Indonesia yang hadir berkat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF). Mereka yang menikmati mulai dari yang muda sampai yang sudah tua dan berkeluarga. Sejak tahun 1990, bermain permainan analog sudah menjadi budaya masyarakat Jerman. Hingga kini budaya tersebut tetap terjaga meskipun industri permainan digital tumbuh pesat.

Sebagai rangkaian acara, SPIEL juga telah menggandeng Dewan Kebudayaan Jerman, Spiele-Autoren-Zunft untuk menyelenggarakan panel diskusi berjudul “Budaya Bermain – Sebagai Bagian dari Masyarakat: Penghargaan, Promosi, Perspektif” di Saal Panorama di SPIEL ’18 di Essen jam 2 siang pada 25 Oktober 2018 waktu setempat.

Ramainya SPIEL | Foto: spiel-messe.com

Diskusi akan lebih fokus ke arah budaya bermain di bawah pertimbangan khusus permainan analog sebagai motor pendidikan, tantangan mental, daya tarik keluarga, dan integrasi, serta sarana menciptakan rasa kebersamaan dan kesenangan.

Bagaimana pengakuan teoritis permainan analog sebagai aset budaya dapat dipraktikkan secara permanen? Apa opsi promosi yang sudah ada saat ini? Semuanya akan dijawab dan dibahas bersama dalam panel diskusi ini.

(disadur dari Boargame.id)

27 Sep

Indonesia Select! BEKRAF & APIBGI Tunjuk 8 Board Game Indonesia Terbaik Sebagai Sorotan Utama SPIEL 2018

Para juri (dari kiri): Pak Arie, Pak Boni, Pak Sappe, Pak Wicak, Pak Galih

Sebanyak 29 judul board game Indonesia dari berbagai kreator/penerbit yang telah lolos tahap seleksi awal berkumpul di Hotel Mercure Sabang, Jakarta pada tanggal 23 Agustus lalu untuk mengikuti proses penjurian final. Penjurian ini dilakukan untuk mencari partisipan yang akan mengisi booth Indonesia di SPIEL 2018 di bawah bendera Archipelageek yang diusung Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF).

Keesokan harinya, Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) mengumumkan hasil dari penjurian. Terpilihlah 25 dari 29 judul yang lolos seleksi final dan berkesempatan untuk unjuk gigi di Jerman mewakili kontingen Indonesia di SPIEL 2018.

Dengan jumlah judul yang cukup banyak, para juri yang terdiri dari Bonifasius Wahyu Pudjianto (Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Deputi IV Bidang Pemasaran BEKRAF), Sappe Sirait (Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi IV Bidang Pemasaran BEKRAF), Galih Aristo (APIBGI Bidang Pemasaran, Distributor dan founder Arcanum Hobbies), Arie Setiawan (APIBGI Bidang Litbang, Dosen FTI Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga), Wicak Hidayat (APIBGI, Kontingen Indonesia Essen Spiel 2014, Jurnalis); memutuskan untuk memilih 8 judul yang akan menjadi sorotan utama booth Archipelageek yang disebut Indonesia Select.

Pemilihan Indonesia Select dilakukan dengan dua metode, yaitu berdasarkan diskusi dan penilaian. Menariknya, saat kelima juri di atas memutuskan hasil dengan diskusi, secara ajaib hasilnya sama dengan hasil yang muncul berdasarkan ranking dari penilaian. Urutannya pun sama.

Nah, ini dia daftar Indonesia Select yang akan menjadi highlight Indonesia di Essen SPIEL 2018 berdasarkan total skor dari kelima juri (nilai maksimal yang bisa diberikan juri adalah 100).

 

26 Sep

Terungkap! Inilah Penampakan Para Finalis Open Call Board Game Indonesia Untuk SPIEL 2018

Jakarta (23/08). Total ada 29 judul board game Indonesia yang lolos seleksi tahap awal untuk pencarian partisipan yang akan mengisi booth Indonesia di pameran SPIEL 2018 bulan Oktober mendatang. Semua finalis kemudian diundang oleh BEKRAF dan APIBGI ke Jakarta untuk mengikuti proses penjurian final serta pembekalan.

Berhubung board game yang lolos seleksi tahap awal cukup banyak dan ruangan penjurian juga terbatas, maka penjurian dilakukan di Hotel Mercure Sabang ini dibagi dalam dua kloter. Sebelum dimulai, para penerbit atau studio memamerkan karya-karya mereka dalam meja panjang layaknya novelty show saat business day SPIEL.

Alhasil, kesemptan ini tidak akan dilewatkan oleh tim Boardgame.id untuk mengambil foto dari board game milik para finalis. Seperti yang diketahui, beberapa board game yang masuk ke fase penjurian ada yang baru dan ada juga board game yang sudah rilis tahun lalu. Langsung saja, berikut adalah daftar nama board game finalis Open Call Road to Essen 2018.

  1. Bluffing Billionaires dari Masbro Studio
  2. Stockastic dari Coralis Entertainment
  3. Flipeek: Medieval dari Coralis Entertainment
  4. Mammont’s Labyrinth dari Holzritter Studio
  5. Mahapatha dari Manikmaya Games
  6. Raja Luwak dari Morfosic Studio
  7. Varna dari Morfosic Studio
  8. Oktet dari Morfosic Studio
  9. Roket Raket dari Manikmaya Games
  10. Aquatico dari Manikmaya Games
  11. The Festivals dari Manikmaya Games
  12. Kedai Kopi dari Manikmaya Games
  13. Smong dari Manikmaya Games
  14. Mahardika: Edisi Merah Putih dari Manikmaya Games
  15. Orang Rimba dari Hompimpa Games
  16. Acaraki dari Hompimpa Games
  17. The Art of Batik dari Hompimpa Games
  18. Math Cat dari Hompimpa Games
  19. Flash Juice, Karnaval dan Ulee Karung dari Hompimpa Games
  20. Senggal Senggol gg Damai dari Hompimpa Games
  21. Ibnu Batutah dari Maen Main
  22. Waroong Wars 2nd Edition dari Tabletoys
  23. Bam-Bam Clash dari Tabletoys

Sayangnya beberapa studio menyatakan undur diri sehingga jumlah board game yang terpotret yang hadir tidak berjumlah 29. Hasil dari penjurian, manakah board game yang akhirnya akan dibawa ke Essen, Jerman mengikuti SPIEL 2018 mewakili Indonesia di bawah payung Archipelageek langsung diumumkan pada hari Jum’at, 24 Agustus 2018 seusai sesi pembekalan peserta.

Semangat! Terus harumkan Indonesia lewat board game!

(disadur dari Boardgame.id)

24 Sep

Indonesia Punya Booth Seluas 66 Meter Persegi Di Hall 3 SPIEL 2018, Apa Artinya?

Booth Indonesia di SPIEL’17 | Foto: Afif

Setelah penanda tanganan nota kesepahaman kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) pada awal bulan Juli lalu, Indonesia resmi hadir dalam Essen SPIEL 2018.

Dukungan yang diberikan BEKRAF ialah dengan berupa booth seluas 66 m2 di Hall 3 dalam pameran board game terakbar yang digelar di Essen, Jerman pada akhir Oktober mendatang. Lalu sebenarnya apa sih yang spesial dari booth 66 meter persegi di Hall 3 ini?

Sebelum menjawabnya mari kita kembali dulu ke tahun 2017 saat Indonesia hadir ke Essen SPIEL secara Swadaya. Kala itu Manikmaya Games dan Hompimpa Games saking support hingga akhirnya mereka bisa mewakili Indonesia dan membuka booth di Hall 7 dengan luas lahan hanya 10 m2 saja.

Untuk ukuran Asia seperti Jepang, Korea dan Taiwan, booth mereka mungkin mencapai 10x lipatnya alias 100 m2 dan lokasinya bukan di Hall 7. Hall 7 adalah ruang paling ujung dari pameran seluas 10x lapangan bola.

Booth 10 m2 yang selalu ramai | Foto: Afif

Bisa dibilang saat itu booth Indonesia ramai oleh pungunjung yang ingin duduk beristirahat setelah capai keliling pameran. Meski tentu tidak semuanya begitu. Ada juga pengunjung yang dengan sengaja datang ke booth Indonesia karena penasaran dengan karya Indonesia.

Sekarang sudah cukup terbayang kondisi Indonesia saat itu? Tahun ini Indonesia akan kembali hadir ke SPIEL 2018 dengan luas lahan yang lebih besar, yaitu 66 m2 di Hall 3. Di SPIEL, Hall 3 merupakan Hall tempat berkumpulnya publisher-publisher besar dari mancanegara, bersanding dengan KOSMOS (Exit Series), Days of Wonders (Ticket to Ride), HABA (Rhino Heroes), Repos Production (7 Wonders) dan masih banyak lagi.

Semoga hadirnya Indonesia dengan booth yang lebih luas di Essen SPIEL tahun ini bisa banyak membawa hal baik, untuk industri board game di Indonesia sendiri dan dunia.

(disadur dari Boardgame.id)

 

24 Sep

BEKRAF Mendukung Industri Board Game Indonesia Untuk Bisa Hadir Di Essen SPIEL 2018!

Industri board game Indonesia terus tumbuh setiap tahun. Tahun 2017 lalu banyak sekali batu loncatan yang telah dilewati. Pertama, Indonesia kembali menginjakkan kaki di kota Essen (Jerman) untuk berpartisipasi dalam Essen SPIEL, pameran board game terbesar dunia untuk kedua kalinya. Tercatat pula, sebanyak 17 judul board game asli Indonesia telah rilis ke pasaran di sepanjang tahun 2017.

Kemudian sejalan dengan bertumbuhnya industri board game tanah air, Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) juga akhirnya baru resmi dibentuk tahun 2017. Guna menyelaraskan agar semua pelaku di industri board game Indonesia memiliki pemahaman visi dan misi yang sama, tanggal 10 April lalu APIBGI mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang pertama.

Munas APIBGI dihadiri oleh beberapa publisher, media, pemilik board game cafe/library, juga retailer dan distributor dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Mengambil tempat di Bandung Creative Hub, Munas APIBGI juga menghadirkan perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), yaitu bapak Joshua Simandjuntak yang menjabat sebagai Deputi Pemasaran.

Pak Joshua Simandjuntak memberi sambutan | Foto: Boardgame.id

Acara dimulai pada pukul 09:00. Pak Joshua menjadi pembicara pembuka yang menjelaskan peran BEKRAF. Secara garis besar ada 16 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi ruang lingkup kinerja BEKRAF, salah satunya adalah Aplikasi dan Pengembangan Game yang juga menjadi program prioritas. BEKRAF sendiri bertugas membantu memajukan industri kreatif mulai perancangan ide ekonomi kreatif hingga akhirnya ke pemasarannya.

Pak Joshua melihat potensi besar yang tersimpan dari industri board game Indonesia. “Industri board game bisa, meningkatkan PBB ekonomi kreatif, menyerap tenaga kerja, kemudian bisa meningkatkan nilai ekspor yang lebih tinggi. Board game sendiri juga merupakan produk kreatif.”

Di akhir sambutan, Pak Joshua juga menyampaikan dukungannya untuk APIBGI agar terus maju. “Kami ingin produk kreatif termasuk board game mendunia, apalagi jika kalau sedang di luar negeri dan masuk ke kafe menemukan board game dari Indonesia.”

Kiri-kanan: Moderator, Bapak Joshua, Eko Nugroho | Foto: Boardgame.id

Selanjutnya mas Eko Nugroho, CEO Kummara Game Design Studio dan pencetus APIBGI, menyampaikan kalau sekarang industri board game Indonesia sebenarnya sudah banyak yang mendukung dan bahkan telah menggunakan board game dalam programnya seperti KPK.

“Tahun ini, Insya Allah APIBGI akan menjalankan beberapa program untuk lebih mengangkat industri ini, Indonesia tahun ini (2018, red) akan hadir kembali ke Essen SPIEL dengan dukungan dari BEKRAF.” Mas Eko menyampaikan rencana APIBGI.

“BEKRAF dengan segala upayanya turut mendukung untuk mengenalkan dan mempromosikan kehadiran APIBGI di Essen.” Pak Joshua kembali mengamini sekaligus mengakhiri sesi bincang-bincang kala itu.

(disadur dari Boardgame.id)