27 Nov

Board Game Cerita Asli Indonesia ‘Timun Mas’ Dilirik Perusahaan Perancis

SIAR.Com — Pernah dengar cerita ‘Buto Ijo dan Timun Mas’? Legenda asli Indonesia asal Jawa Tengah itu menjadi permainan menarik ketika diwujudkan dalam board game oleh studio Manikmaya.

Kini board game ‘Buto Ijo dan Timun Mas’ tersebut menjadi salah satu permainan asal Indonesia yang dilirik dan hak ciptanya dibeli perusahaan permainan internasional asal Perancis, Blue Orange, di pameran permainan Spiel Messe 2018 yang berlangsung di kota Essen, Jerman.

Menurut perwakilan Blue Orange, Thierry Denoual, saat ini tema board game tengah jenuh dengan zombie, kerajaan abad pertengahan, bajak laut dan petualangan ala Indiana Jones. “Buto Ijo dan Timun Mas yang diambil dari cerita rakyat negeri yang jauh, menjadi angin segar pada board game yang beredar di pasar internasional,” katanya.

“Ceritanya menarik, mekanisme permainannya baik, sehingga dapat dimainkan bersama keluarga. Para kurator kami sangat menikmati permainannya,” sambung Denoual.

Keberhasilan studio Manikmaya menggaet Blue Orange tak mudah. “Tahun 2014 saya dan teman teman ikut, tapi dapat tempatnya di hall ujung tempat para Indies dan booth kami sangat kecil ukurannya,” ujar CEO studio Manikmaya, Eko Nugroho.

Meski demikian, hal itu tak membuat semangat Eko dan rekan-rekannya patah semangat. Mereka dengan gigih terus berusaha memperkenalkan board game yang terinspirasi dari budaya Indonesia serta membangun jaringan dengan para pengusaha, kurator, game geeks serta para game blogger.

Board Game Buto Ijo dan Timun Mas (sumber foto DW)

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) ikut mendukung upaya mereka dengan menghadirkan paviliun Indonesia berjudul Archipelageek di pameran tersebut. Di paviliun Indonesia, Archipelageek, Bekraf membawa tujuh studio game termasuk studio Manikmaya. Mereka memperkenalkan 24 permainan board game terbarunya.

Di area yang sama, paviliun Indonesia bersanding dengan stand perusahaan raksasa dunia seperti Hasbro (pemegang hak cipta permainan board game klasik Monopoly), Haba dan Ravensburger (perusahaan game board dan puzzle asal Jerman)

“Kualitas board game Indonesia tidak kalah bagusnya dengan board game lain yang ada di pameran Spiel Messe ini, sehingga Bekraf mendukung studio game board yang tergabung dalam Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia untuk hadir di Jerman,” ujar Deputy Pemasaran Bekraf, Joshua Simanjuntak.

Permainan papan tak sekadar rekreasi, kata CEO Manikmaya Eko Nugroho. Media ini juga dapat berfungsi sebagai ajang pendidikan dan informasi. Bila board game dimainkan setidaknya sekali seminggu dalam keluarga, maka anak-anak akan lebih mengenal cerita rakyat, belajar bersikap adil dan sportif serta merekatkan hubungan dalam keluarga. (Dari berbagai sumber/Joko Susilo)

(disadur dari Siar: https://siar.com/board-game-cerita-asli-indonesia-timun-mas-dilirik-perusahaan-perancis/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *