16 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 10]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri ke-10 dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

19. Flipeek Medieval

Sebagai kesatria kerajaan yang terhormat, kamu harus menjalankan berbagai quest (tugas). Untuk menjalankannya sang kesatria harus menuju berbagai lokasi. Masalahnya, namanya juga manusia, kesatriapun bisa lupa.

Flipeek: Medieval dari Coralis Entertainment

Dalam game terbitan Coralis Entertainment (dulunya Aqua Terra Ventus) ini, pemain akan diminta untuk menghafal kartu objek. Pemain yang berhasil menghafal dan tau di mana saja letak semua objek yang disebutkan di kartu quest akan mendapatkan poin.

Pemain yang pertama kali mendapatkan 10 poin akan memenangkan permainan dan akan dianggap sebagai kesatria paling berjasa bagi kerajaan. Dapat dimainkan untuk 2-4 pemain berusia 8 tahun ke atas. Terdapat dua jenis mode permainan, mode klasik, dan mode strategi yang lebih menantang.

20. Oktet

Kamu pernah bermain kuartet? Sebuah permainan kartu yang menuntut pemain untuk mengumpulkan satu set kartu yang berisi empat kartu yang sejenis. Nah!, dalam Oktet buatan Morfosic Stuido (Mahapatha) pemain bukan lagi mengumpulkan empat, tapi delapan kartu yang sejenis!

Oktet dari Morfosic Studios

Kata “Oktet” sendiri mengambil kata Octo dari bahasa latin yang berarti delapan. Game ini dimainkan simultan oleh semua pemain dengan menawarkan sejumlah kartu, pemain lain lalu boleh menyambut atau menukar kartu tersebut dengan miliknya dengan jumlah yang sama.

Di dalamnya juga ada kartu joker yang bisa membantu pemain melengkapi set kartunya. Hanya saja, jika kamu memegang kartu joker namun bukan kamu yang memenangkan ronde tersebut, kamu akan mendapat poin minus. Bisa dimainkan minimal empat pemain dengan maksimal sembilan pemain.

(disadur dari Boardgame.id: http://boardgame.id/profil-24-board-game-indonesia-10/)

11 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 9]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri kesembilan dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

17. Roket Raket

Olahraga bulu tangkis atau badminton memang populer di Indonesia. Apalagi banyak atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas dalam ajang pertandingan kelas dunia. Saking populernya, banyak anak-anak, keluarga yang bermain di halaman depan rumah mereka atau di pinggir jalan.

Roket Raket dari Manikmaya Games

Nah! Lewat card game dari Manikmaya Games ini, pemain akan bisa bermain badminton di dalam rumah lho! dan tanpa berkeringat! Tentu saja, karena dimainkannya di atas meja. Layaknya pertandingan sungguhan, game ini bisa dimainkan satu lawan satu atau berpasangan.

Pemain akan dibekali kartu yang di dalamnya tergambar simbol tangkis dan pukul. Pemain akan bergantian mengeluarkan kartu sampai salah satu tidak bisa membalas pukulan atau staminanya habis. Terdapat juga kartu karakter dengan kemampuan khusus.

18. Senggal Senggol Gg. Damai

Hidup tenang di sebuah kompleks perumahan yang terletak di pinggiran ibu kota nampaknya tidak semudah yang dikira. Game yang diterbitkan oleh Hompimpa Games ini ingin menonjolkan bagaimana warga selayaknya hidup dan tinggal dengan damai bersama warga yang lain.

Senggal Senggol gg. Damai dari Hompimpa Games

Toleransi, itulah inti dari permainan kooperatif ini. Pemain harus membantu warga, jangan sampai saat mereka berbuat masalah malah menyerempet tetangga dan kompleks berubah menjadi onar. Tugas pemain adalah menjaga agar tingkat kesabaran warga tidak mencapai titik didih alias pergi dari kompleks.

Permasalahan warga yang disajikan dalam board game Senggal Senggol Gg. Damai ini diambil sedekat mungkin dengan permasalahan yang memang kerap terjadi. Sebut saja menyalakan musik keras-keras, membuang sampah sembarangan, membawa tamu lebih dari satu hari dan tidak lapor RT dan lainnya.

(disadur dari Boardgame.id: http://boardgame.id/profil-24-board-game-indonesia-9/)

09 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 8]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri kedelapan dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

15. Bluffing Billionaires

Layaknya reuni-reuni dengan teman sekolah, waktu ketemu pasti saling bergunjing sekarang kerja di mana, jabatannya apa, gaji berapa, sudah punya rumah di mana. Begitu juga saat para Milyuner sedang berkumpul di suatu acara yang sama.

Bluffing Billionaires dari Masbro Studio

Pastinya mereka akan saling menggembar-gemborkan aset dan kekayaan dong! Itulah yang sepanjang game akan dilakukan pemain saat bermain Bluffing Billionaires keluaran Masbro Studio. Satu yang perlu dilakukan pemain hanyalah mengaku yang paling kaya.

Asetmu bernilai kecil? digertak saja. Siapa tau yang lain percaya. Jika kamu berhasil mengelabui lawan, kamu bisa mengambil aset mereka. Di antara 3-6 pemain, satu orang yang di akhir permainan memiliki total nilai aset yang paling banyak akan menjadi pemenang.

16. Varna

Kamu masih ingat dengan Mahapatha yang pernah dibahas dalamprofil board game Indonesia bagian pertama? Mahapatha diangkat sebagai gambaran cerita yang didasarkan dari buku Grumantra of Dalhalla. Begitu juga dengan Varna.

Varna dari Morfosic Studios

Varna digambarkan sebagai semacam permainan catur atau sebuah board game populer yang ada di semesta buku tersebut. Bisa dibilang Varna adalah catur fiksi yang hanya ada di dunia tersebut. Dasar permainannya pun sama, pemain menggerakkan keping (bukan bidak) ke area lawan atau memakan keping lawan.

Digarap oleh pengembang yang sama dengan Mahapatha, Morfosic Studios, game inipun juga hanya bisa dimainkan untuk dua pemain alias duel. Bedanya, setiap keping memiliki unsur. Layaknya unsur/elemen dalam game-game RPG atau bahkan pokemon, satu elemen kuat terhadap satu elemen dan lemah menghadapi elemen lainnya.

(disadur dari Boardgame.id: http://boardgame.id/profil-24-board-game-indonesia-8/)

09 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 7]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri ketujuh dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

13. Stockastic

Menabung saham bisa menjadi salah satu cara untuk membuat orang menjadi kaya. Hanya saja, banyak orang yang belum paham apa itu saham dan bagaimana cara mengeruk keuntungan dari pasar saham. Untungnya, kamu bisa belajar tentang saham tanpa harus merugi atau bahkan tanpa mengeluarkan uang. Caranya dengan bermain Stockastic.

Stockastic dari Coralis Entertainment | Foto: Isa R. Akbar

Dikembangkan dan dipasarkan oleh Coralis Entertainment, Stockastic dirancang agar pemain menjadi tentang bisnis saham seusai bermain. Dalam Stockastic, pemain akan memulai perjalanan perdagangan saham dengan jumlah dana terbatas. Beli dan jual dari pasar atau pemain lain. Banyak informasi penting dan beragam peristiwa yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko.

Pemain akan belajar tentang betapa pentingnya informasi dalam perdagangan saham, faktor apa yang mempengaruhi harga saham di pasar dan bagaimana memutuskan saham apa yang akan sebaiknya dibeli untuk keuntungan yang lebih besar. Bisa dimainkan mulai dari dua pemain hingga enam pemain di satu meja.

14. Math Cat

Siapa bilang mencuri perhatian kucing itu gampang. Kucing itu binatang yang cerdik, oleh karenanya mereka juga hanya mau berteman dengan manusia yang pintar. Atau setidaknya jago berhitung. Nah! dalam Math Cat terbitan penerbit asal Solo, Hompimpa Games, pemain akan berlomba menarik perhatian si kucing.

Math Cat dari Hompimpa Games | Foto: Isa R. Akbar

Caranya, pemain harus melempar umpan berupa benda-benda yang disukai kucing. Tapi tidak sampai di situ saja, pemain harus menyebutkan operasi matematika mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian agar si kucing mau lari ke pangkuanmu.

Memiliki dua mode permainan, keduanya bisa dimainkan untuk 2-4 pemain. Mode pertama cukup santai, pemain hanya perlu menyebutkan operasional matematikanya jika umpan yang terkumpul sekiranya bisa menjawab angka yang ada pada kucing. Mode satunya lagi mengharuskan pemain adu cepat meneriakkan rumus matematika sembari memainkan kartu umpan dari tangan.

(disadur dari Boardgame.id: http://boardgame.id/profil-24-board-game-indonesia-6-2/)

08 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 6]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri keenam dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

11. Kedai Kopi

Membuka usaha berupa warung atau kedai kopi itu gampang-gampang susah. Kamu harus memiliki cukup bahan-bahan seperti biji kopi, susu dan tentu air yang cukup untuk menyajikan secangkir kopi untuk pelanggan-pelangganmu. Belum lagi kalau kamu harus mengantre saat membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.

Kedai Kopi dari Manikmaya Games | Foto: Isa R. Akbar

Antre! Itulah yang akan kamu alami saat bermain Kedai Kopi, lini judul terbaru dari Manikmaya Games yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Untuk melayani pesanan kopi dari pelanggan, pemain harus mengolah bahan-bahan mentah seperti biji kopi menjadi espresso atau susu menjadi foamed milk atau steam milk terlebih dahulu.

Jauh sebelum itu, pemain harus mengantre di gudang untuk mengambil bahan. Disarankan kamu jangan datang ke gudang sendirian, karena antreanmu bisa saja diserobot oleh karyawan dari kedai lain yang datang dengan jumlah orang yang lebih banyak. Kedai Kopi dapat dimainkan untuk 3-5 pemain dengan durasi yang cukup singkat.

12. Raja Luwak

Masih tentang kopi. Hanya saja game yang satu ini tidak menceritakan proses pembuatan kopi, memenuhi kebutuhan pelanggan atau proses panennya. Game yang tengah dikembangkan oleh Morfosic Studio (Mahapatha) menceritakan tentang binatang yang mampu membuat kopi memiliki varian rasa yang berbeda.

Raja Luwak dari Morfosic Studio | | Foto: Isa R. Akbar

Di sebuah hutan tempat tinggal luwak, terdapat segerombolan luwak yang baru saja kehilangan pemimpin. Di sinilah saatnya dua sampai empat pemain akan menjadi luwak. Mereka harus berkompetisi dengan cara melempar dadu menelusuri hutan untuk mengumpulkan buah terbanyak agar dinobatkan menjadi raja luwak yang baru.

(disadur dari Boardgame.id)

08 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 5]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri kelima dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

9. Ibnu Batutah

Ibnu Batutah adalah seorang cendikiawan muslim yang pernah berkelana ke berbagai tempat di dunia pada abad pertengahan. Perjalanan ini ia lakukan selama 30 tahun dan semua jejak dan kisahnya ia tuliskan dalam buku berjudul Rihla.

Ibnu Batutah dari Maen Main | Foto: Isa Akbar

Dalam game ini, pemain adalah muda-mudi yang baru pertama kali membaca buku tersebut setelah berabad-abad hilang. Semangat muda yang masih menggebu-gebu membuat mereka menjadikan kesempatan ini sebagai kompetisi. Barang siapa yang berhasil menyelesaikan misi dan menilik kembali jejak Ibnu Batutah berkesempatan menjadi pemenang.

Berbagai benua, negara dan kota yang ditransformasi dalam papan permainan utama dapat dikunjungi pemain. Game ini akan diterbitkan oleh Maen Main dan ditujukan untuk keluarga. Dapat dimainkan untuk 3-4 pemain. Orang tua bisa sambil melihat kembali buku sejarah dan menceritakannya kepada anggota keluarganya tentang misi dan daerah yang didasarkan perjalanan Ibnu Batutah.

10. Acaraki: The Java Herbalist

Pada zaman Majapahit berabad-abad lalu, pastinya belum ada obat-obatan berbahan kimia untuk penyembuhan penyakit. Alhasil, para tabib atau dokter mencari bahan alami sebagai resep obat. Pada zaman itu pula muncul istilah Acaraki, seseorang yang ahli pengobatan yang mengandalkan tumbuhan herbal khusus untuk obat.

Acaraki dari Hompimpa Games | Foto: Isa Akbar

Permainan ini mengajak pemain menjadi seorang acaraki yang akan berkeliling desa di Majapahit untuk menyembuhkan penduduk yang tengah sakit. Berbagai penyakit seperti batuk, flu, encok dan penyakit lainnya bisa disembuhkan apabila pemain telah mengumpulkan bahan-bahan herbal yang tepat.

Uniknya, pemain bisa meminta bayaran kepada pasien yang disembuhkan atas jasanya. Atau, memilih mengobati tanpa pamrih. Terkadang keikhlasan akan berbuah menjadi berkah di lain kesempatan. Diterbitkan oleh Hompimpa Games, permainan ini dapat dimainkan mulai dari dua sampai empat pemain.

(disadur dari Boardgame.id)

04 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 4]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri keempat dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

7. Waroong Wars (2nd Edition)

Tahun 2015 lalu, sebuah kompetisi bertajuk Board Game Challenge berlangsung di lima kota, salah satunya Surabaya. Di akhir kompetisi, keluarlah board game berjudul Waroong Wars asal Surabaya sebagai jawara. Game ini cepat mendapatkan penggemar lantaran tema yang diangkat berupa kuliner.

Perubahan yang sangat nampak bisa dilihat dari ilustrasinya | Foto: Isa Akbar

Kuliner yang diangkat berupa makanan khas Surabaya seperti Lontong Balap, Rawon, Sate Klopo dan masih banyak lagi. Ceritanya pemain menjadi pemilik warung dan harus bersaing dengan warung lain untuk mendapatkan pelanggan dengan memasak makan-makanan di atas.

Pertama rilis, Waroong Wars diterbitkan di bawah penerbit Kompas dan pernah menjadi suvenir resmi Kementrian Pariwisata. Tiga tahun berselang, Waroong Wars hadir kembali dengan wajah baru dan sedikit modifikasi di cara main. Table Toys, sebuah board game library di Kota Surabaya kini merambah menjadi penerbit dengan Waroong Wars edisi kedua ini sebagai salah satu lini produksi pertamanya.

8. Smong

Ada pernah mendengar cerita bagaimana banyak penduduk di pulau Simeulue yang selamat dari bencana tsunami yang menimpa Aceh tahun 2004? Setelah ditelusuri, masyarakat di sana rupanya mempercayai sebuah cerita rakyat bertajuk “Linon dan Smong” atau gempa dan tsunami.

Versi prototipe dari Smong | Foto: Manikmaya Games

Hikayat tersebut menceritakan akan ada naga air besar yang akan menyerang jika gelombang besar naik ke darat dari laut. Para penduduk kemudian melarikan diri ke dataran yang lebih tinggi untuk berlindung. Cerita ini turun-temurun disampaikan sedari kecil. Sehingga tanpa sadar, saat penduduk melihat gelombang air laut pasang mereka akan segera berlari ke gunung.

Berdasar cerita di atas, Manikmaya Games kemudian menerjemahkannya menjadi sebuah board game berjudul Smong. Pemain akan menjadi kura-kura yang berusaha menyelamatkan diri dari naga air ke arah gunung sampai bala bantuan dari Nabang, sang penunggang ikan paus, datang. Begitu nabang datang pemain akan membantu mendorong mundur sang naga. Permainan ini akan menguji tingkat keberanian atau nyali pemain.

(disadur dari Boardgame.id)

04 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 3]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri pertama dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

4. Orang Rimba: The Forest Keeper

Tahukah kamu jika dalam sebuah Taman Nasional di pulau Sumatera ada sekelompok orang (suku) yang hidup berdampingan dengan alam layaknya manusia rimba? Itulah tema yang diangkat dalam board game berjudul Orang Rimba karya Anggreini Pratiwi ini.

Selesaikan misi sembari mengusir para penebang liar dari hutan | Foto: Isa Akbar

Ya! Game ini bercerita tentang Suku Anak Dalam, penduduk asli yang menempati kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas di Jambi. Pemain akan mengendalikan sepasang Anak Dalam untuk menjaga menjalankan misi sekaligus menjaga kelestarian hutan dari ancaman para oknum yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam di sana.

Bermekanisme tradinggrid movementresource management dan pick-up and deliver, kamu bisa melakukan berbagai aksi dengan token dan kartu yang tersedia dalam permainan berdurasi 60 menit untuk 2-4 orang ini. Hompimpa Games telah merilis tahun lalu dan turut dipamerkan di SPIEL 2017.

5. The Art of Batik

Batik sudah menjadi kain khas sekaligus identitas Indonesia. Tentu menarik jika kita bisa belajar dunia produksi dan perdagangan kain tersebut. Game ini menceritakan kehidupan Mbok Mase, sebutan bagi perempuan yang menjadi saudagar batik. Istilah ini sendiri muncul sejak awal abad 20, dari kelompok usaha batik di Laweyan, Solo.

Yuk berkontribusi dalam proses pembuatan batik | Foto: Isa Akbar

Dalam menjalankan bisnis batiknya, untungnya para Mbok Mase ini tidak bekerja sendiri, ia dibantu oleh suaminya yang dipanggil Mas Nganten, yang lebih banyak berperan di bagian produksi saja. Nah! Hompimpa Games mengajak pemain untuk merasakan bagaimana bekerja sebagai Mbok Mase dan Mas Nganten lewat board game The Art of Batik.

Dibutuhkan 2-4 pemain untuk bermain game ini, dan akan berdurasi selama 45 menit. Setiap jenis Batik ada berbagai proses pembuatan di baliknya. Pemain akan membantu Mbok Mase dalam membuat batik, dan lihat siapa pemain yang lebih berjasa dalam pembuatannya.

(disadur dari Boardgame.id)

02 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 2]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri kedua dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

3. The Festivals

Indonesia terdiri dari ribuan pulau, di antaranya ada pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua. Negeri ini juga memiliki sejuta pesona. Keindahannya bisa dirasakan lewat makanan, alam, ataupun festival.

Benar! Setiap daerah di Indonesia memiliki festival unik sesuai dengan adat yang ada. Pastinya berkeliling Indonesia sudah hampir sama puasnya dengan berkelilling dunia. Kamu berkeinginan untuk terbang dari satu pulau ke pulau yang lain untuk melihat keragaman budaya di Indonesia?

Jawara BEKRAF Game Prime Awards 2017 | Foto: Isa Akbar

Gampang, jadilah traveler lewat board game The Festivals. Di dalamnya terdapat setidaknya 20 festival budaya yang hanya diselenggarakan setahun sekali. Tugas kamu dan traveler lainnya adalah berlomba untuk berusaha menyaksikan festival-festival tersebut pertama kali untuk mendapatkan pengalaman yang paling berharga.

Dimainkan dengan menyimpan tiket secara tersembunyi. Pemain yang nantinya berani bayar mahal (tiket terbanyak) boleh terbang lebih dahulu dan menonton festival yang dituju pertama kali. Game ini diterbitkan oleh Manikmaya Games pada bulan Mei 2017 dan telah mendapatkan penghargaan berupa Best Tabletop 2017 dalam BEKRAF Game Prime Awards 2017.

4. Aquatico

Menjaga ekosistem agar tetap layak huni tentu tidak mudah. Ada saja pihak-pihak yang mencari untung sendiri tanpa memperhatikan lingkungan. Terlebih lagi ekosistem perairan, lebih mudah tercemar bahkan hanya dengan limbah atau yang paling parah pencemaran oleh minyak.

Dalam Aquatico pemain ditantang untuk mengembangkan ekosistem perairan di Indoneisa sebagus yang mereka bisa. Beberapa sektor perairan yang harus dijaga antara lain Padang Lamun, Lahan Basah, Laut Dalam, Danau, Sungai, Hutan Bakau dan Terumbu Karang.

Aquatico, salah satu dari 24 board game Indonesia yang akan dipamerkan di Jerman | Foto: Aughya Shandriasti

Setiap gilirannya pemain akan mengambil kartu ekosistem dan memasangnya di area pemain dengan gaya domino (menumpuk ekosistem atau angka kartu yang sama). Hewan-hewan tertentu akan datang kepada pemain dengan ekosistem terbaik. Hewan-hewan ini yang akan menentukan siapa pemenang dari permainan Aquatico.

Saat bermain pemain bisa saja bertindak jahat dengan mencemari ekosistem lawan. Sebagai imbasnya, ekosistem miliknya tidak akan berkembang lebih baik. Pemainpun bisa memperbaiki ekosistem yang telah rusak. Tentu banyak hal yang bisa dipetik dan direnungkan setelah memainkan game terbitan Manikmaya Games ini.

(disadur dari Boardgame.id)

02 Oct

Profil 24 Board Game Indonesia Yang Siap Dipamerkan Di Jerman [Bagian 1]

Oktober mendatang, kontingen Indonesia kembali berpartisipasi dalam SPIEL 2018, pameran board game paling bergengsi di Essen Jerman. Keikutsertaan Indonesia kali ini mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Sebanyak 24 judul board game Indonesia telah lolos seleksi dan siap dipamerkan dalam booth Archipelageek dari kontingaen Indonesia. Berikut ini, Boardgame.id akan menyajikan seri pertama dari 12 seri artikel yang akan menjelaskan profil board game-board game karya anak bangsa yang terpilih mewakili Indonesia di Essen SPIEL 2018.

1. Mahapatha

Mengambil sebersit kisah fiktif yang tertuang dalam buku Grumantra of Dahlhalla, di sana dijelaskan suatu proses ritual untuk belajar memanggil monster yang disebut Mahapatha. Cerita ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah board game yang lahir di bawah kolaborasi Morfosic Studio dengan Manikmaya Games.

Miniatur | Foto: Isa R. Akbar

Mengusung gaya satu lawan banyak, maksimal empat pemain akan berpetualang menelusuri 10 skenario epik melawan monster-monster yang akan dikendalikan oleh seorang Overlord. Setiap skenario terdapat kartu peristiwa yang akan membatasi jumlah aksi pemain. Pemain akan bekerja sama, boleh saling berdiskusi dan berbagi aksi. Kemudian Overlord akan mendapatkan sejumlah aksi sebanyak yang dihabiskan pemain.

Pemain akan mendapatkan poin pengalaman yang setiap kali berhasil mengalahkan monster dan menamatkan skenario. Poin ini bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemain. Mahapatha disebut-sebut sebagai board game Indonesia pertama yang hadir dengan miniatur.

2. Mahardika

Membebaskan diri dari penjajahan bangsa asing tentu sangat sulit. Indonesia bahkan memerlukan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk meraih kemerdekaan. Pengalaman inilah yang akan dirasakan oleh para pemain saat memainkan Mahardika.

Mahardika sebelumnya sudah dipasarkan secara terbatas oleh Manikmaya Games pada tahun 2014. Tahun ini, Mahardika edisi kedua atau versi yang lebih disempurnakan akan hadir. Rio Fredericco, perancang Mahardika memodifikasi sedikit gameplay agar menjadi lebih seru dan lahirlah Mahardika: Merah Putih.

Edisi baru | Foto: Isa R. Akbar

Tujuan dan narasinya masih sama. Pemain bisa memerankan Sukarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantara, Tan Malaka, Jendral Sudirman, Sutan Syahrir dan Dr. Setidabudi untuk berusaha mengusir penjajah dan mencapai proklamasi.

Meskipun mengusung banyak kejadian-kejadian di masa lampau, pemain tidak diharuskan memahami sejarah. Justru lewat Mahardika para pemain bisa mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang tidak tercatat dalam sejarah. Siapapun tokoh yang dipilih, mereka berkesempatan menjadi pemimpin negara. Setiap sesi Mahardika akan memancing diskusi menarik, apa yang terjadi apabila yang menjadi presiden saat itu adalah Tan Malaka?

(disadur dari Boardgame.id)